Jumat, April 20, 2012

Tugas ISBD 01

LATEN SOCIAL PROBLEM
(PERILAKU MENYONTEK)

“Orang yang memanfaatkan setiap kesempatan yang ada akan mendapat keuntungan lebih besar daripada mereka yang membiarkan kesempatan itu lewat begitu saja.”

Sekilas memang prinsip tersebut sangat bijak dan cerdas. Baik dari kata-katanya maupun aplikasinya, memang tidak dapat dibilang salah, meskipun penerapan prinsip tersebut sering disalahgunakan orang, termasuk di kalangan pelajar. Disini, orang yang memanfaatkan kesempatan adalah pelajar, sedangkan kesempatan itu sendiri adalah “kesempatan” dimana kita mendapat suatu waktu yang berharga untuk melakukan tindakan tak terpuji pada waktu ulangan.

Misalnya waktu guru pengawas sedang ngantuk-ngantuknya sehingga tidak konsentrasi menjaga ulangan, atau guru menerima panggilan Tuhan di telepon genggamnya sehingga perhatiannya teralihkan dari murid yang sedang ulangan menuju lawan bicara di teleponnya. Atau ketika guru sedang sangat sibuk sehingga saat ulangan tidak ada seorangpun yang menjaga ketertiban ulangan sehingga kesempatan mencontek itu menjadi sangat besar hingga lebih dari 80% waktu ulangan.

Adapun berbagai cara untuk menyontek yang bisa dilakukan para pelajar maupun mahasiswa sekarang
Cara kuno:
Tengok kanan-kiri melihat situasi lalu bertanya dengan yang lain
Lirik-lirik jawaban teman
Menggunakan HP (walaupun dilarang membawa)
Kertas sobekan yang di lemparkan
Cara modern:
Tissue yang ditulis
Kertas yang diselipkan pada soal ujian
Ijin kebelakang, tetapi bertanya pada orang lain yang telah selesai mengerjakan ujian
Salah satu barang di jatuhkan dan melihat jawaban teman

Selain itu ada juga beberapa alasan untuk mencontek serta solusinya :

Kurang PD (Percaya Diri)
Pertemanan yang salah ini menyebabkan adanya sifat ketergantungan antar teman, bahkan dalam mencontek. Siswa-siswa kurang PD dengan hasil jawaban mereka sendiri, dan bahkan ketika jawaban mereka sebenarnya betul tetapi karena melihat teman yang dianggap lebih pintar, akhirnya mereka mengubah jawabannya. Maka terapi untuk hal ini adalah Anda harus bisa memotivasi siswa agar lebih bangga dengan jawaban sendiri walau nilai rendah, dan sampaikan juga bahwa jawaban teman belum tentu benar.

Tidak Belajar
Cara belajar yang salah selama ini, menyebabkan siswa harus belajar pada saat mau ulangan saja, dan ketika tidak ulangan maka tidak ada yang namanya belajar. Yang lebih parah lagi adalah siswa tidak belajar saat mau ulangan yang banyak disebabkan karena lupa. Hal ini sudah pasti akan memicu siswa untuk mencontek. Untuk yang satu ini sebenarnya cukup mudah solusinya, anda tingga sering-sering mengingatkan saja. Misalnya pada pertemuan terahir Anda memberitahu akan ulangan, dan sehari sebelum ulangan, Anda perlu menguatkan kembali bahwa hari esoknya akan ulangan. Untuk terapinya, Anda sebagai guru harus memberikan tips sistem belajar yang tepat, sehingga dengan hanya sedikit membaca sebelum ulangan, materi sudah kembali teringat.

Ingin nilai besar
Siapa sih yang tidak ingin berprestasi dengan mendapatkan nilai besar. Maka atas dasar hal ini, siswa akan melakukan apa saja asalkan dia bisa mendapatkan nilai besar. Tapi coba bayangkan, jika semua nilai besarnya diperoleh karena hasil mencontek??bisa-bisa si anak dijuluki raja Contek. Anda perlu memahamkan kepada siswa bahwa nilai akhir Anda tidak hanya sekedar dinilai dari hasil ulangan, tapi juga dilihat dari proses bagaimana dia mendapatkan nilai dan bagaimana komitmennya dalam menyelesaikan tugas. Di sini anda juga mulai menanamkan nilai karakter untuk tidak korupsi, sehingga ketika dia menjadi pejabat dia tidak terbiasa bertindak curang. aamiiin.

Soal susah
Soal yang susah bagi mereka akan memicu mereka untuk melakukan tindakan kriminal (mencontek-pen). Maka sebagai guru yang baik, berikanlah soal sesuai dengan yang Anda ajarkan, yaitu sesuai indikator yang Anda kembangkan dari SK dan KD. Jadi jangan kaget kalau semua siswa mendapat nilai jelek karena soal yang Anda buat adalah soal yang belum pernah diajarkan kepada siswa.

Guru kurang tegas
Ketegasan guru saat ujian perlu dibuktikan, hal ini terbukti ketika mereka melihat jadwal pengawas, saat mendengar salah satu guru, responnya adalah “yaaaahhhh….(muka suram)”. Ini menandakan bahwa aktivitas mereka juga dipengaruhi ketegasan sang Guru. Jika sang Guru kurang tegas pada saat ujian, maka hal ini banyak dimanfaatkan siswa untuk berbuat curang. Maka sebagai guru yang yang professional (salah satu kompetensi guru) Anda harus bisa bertindak tegas dalam ujian. Anda bisa melakukan shock terapi, caranya agak sedikit ekstrim seperti yang pernah saya lakukan. Saya beranikan untuk menyobek kertas ujian siswa ketika ada seorang siswa mencontek, dan hasilnya ketika di ujian-ujian berikutnya, suasana ulangan menjadi tenang. Alternatif lain adalah Anda bisa memberikan Diskon nilai untuk siswa yang mencontek, semakin banyak mencontek, semakin besar diskon yang Anda berikan. Tapi ini akan berefek di ulangan berikutnya setelah tau nilai-nilai mereka di diskon

Niftah Ruchyatna
11511046    1/B
Pend. Matematika
STKIP GARUT